Deutsche Welle : February’s News Quiz

Deutsche Welle : February’s News Quiz

DW-World News Quiz

[Kuis Berita Bulan Februari 2011 Suara Jerman Deutsche Welle]

Question 1:
Beginning on the 10th of February the Berlin Film Festival, also known as the Berlinale, will be showcasing about 400 films. At the festival, juries will be awarding prizes to the most deserving. What is the traditional top prize for films at the Berlin Film Festival?

Answer : visit DW-WORLD.DE

—————

Source : DW-WORLD.DE

Deutche Welle Mengundang Anda Bergabung di Facebook dan Twitter

DW Indonesia

Melalui jejaring sosial, DW memberikan kesempatan kepada Anda untuk turut menyuarakan pendapat Anda mengenai tema-tema yang diketengahkan. DW menantikan Anda untuk bergabung bersama di Facebook: Deutsche Welle Indonesia dan di Twitter: dw_indonesian.

Deutsche Welle Indonesische Redaktion
Kurt-Schumacher-Str. 3 53113 Bonn Germany
T +49-228-429-4151
F +49.228.429-4739
http://www.dw-world.de/indonesia/

Deutsche Welle Siaran Indonesia Kini Ada di Twitter

deutsche welle indonesian twitterDeutsche Welle Siaran Bahasa Indonesia mengundang Anda untuk menyimak laporan terbaru DW melalui Twitter.
Ikuti berita serta laporan baru seputar politik, ekonomi, olahraga, budaya dan tema-tema lainnya. Tidak ketinggalan reporter Deutsche Welle juga menyajikan laporan  mengenai even-even penting langsung dari lokasi.

Jadilah pengikut dw_indonesian di:

http://twitter.com/dw_indonesian

Deutsche Welle
Indonesische Redaktion
Kurt-Schumacher-Str. 3
53113 Bonn
Germany
T  +49-228-429-4151
F  +49.228.429-4739
http://www.dw-world.de/indonesia/

——————————
Sumber : email dari redaksi DW pada 1 Juni 2010 jam 19.37 wib

Kuis Halo Pendengar Deutsche Welle 25 Oktober 2009

Kuis Halo Pendengar Deutsche Welle 25 Oktober 2009 dengan pertanyaan: siapakah Kanselir pertama Jerman setelah Perang Dunia ke 2 berakhir dan memegang jabatan tersebut untuk periode 1949 – 1963? Menurut buku “A Mandate for Democracy – Three Decades of the Federal Republic of Germany”, jawaban untuk pertanyaan tersebut adalah Konrad Adenauer. Kuis hanya bisa dijawab melalui surat ke alamat DW Siaran Bahasa Indonesia 53110 Bonn, Germany atau Tromolpos 1128, Jakarta 10011 dan fax +49.228.429-4739

———————–

sumber : swl 1.040 oleh Tony ashar

Jadwal B09 [25.10.09-27.03.10] Deutsche Welle siaran Bahasa Indonesia

Jadwal B09 (25 Oktober 2009 sampai dengan 27 Maret 2010) Deutsche Welle (Suara Jerman) siaran bahasa Indonesia

Jam 1200-1258 UTC, Frekwensi : 9655 TRM, 15640 TRM,
Jam 2200-2300 UTC, Frekwensi : 6000 TRM, 7380 MDC, 9720KIG

Keterangan transmiter : KIG – Kigali, MDC – Madagascar, TRM – Trincomalee

[DW Customer Service, 53110 Bonn, Germany email: info@dw-world.de]

——————

Sumber : swl 1.036 – Sunday, October 11, 2009 oleh Tony Ashar (TA)

Deklarasi Kerjasama Voice of America, BBC, Deutsche Welle, Radio France International, dan Radio Netherlands Worldwide

Deklarasi bersama VOA/BBCWS/DW/RFI/RNW

20 tahun setelah runtuhnya Tembok Berlin dan berakhirnya Perang Dingin, kebebasan berbicara masih tetap jauh dari kenyataan di banyak negeri di dunia dan para jurnalis harus menghadapi pembatasan yang bahkan lebih canggih bagi mereka untuk melakukan reportase secara bebas. Sementara, bagi beberapa dari kami, penggunaan multimedia merupakan satu bagian yang mutlak perlu dalam hidup keseharian, kami tidak boleh melupakan bahwa akses untuk informasi bebas masih tetap dibatasi pada sepertiga penduduk dunia. Kemunduran ekonomi global juga telah memperburuk situasi bagi banyak outlet media, terutama para brodkaster yang kurang bebas.

Sehubungan dengan itu, lima terbesar [sic] brodkaster international – Voice of America (VOA), BBC World Service (BBCWS), Deutsche Welle (DW), Radio France International (RFI) dan Radio Netherlands Worldwide (RNW) – menghimbau pemerintah di seluruh dunia untuk mengakhiri pembatasan bagi media. Dalam pertemuan tahunan mereka, tahun ini diselenggarakan di Berlin, para direktur jendral kelompok tersebut meminta perhatian para kepala negara untuk implementasi Artikel 19 Universal Declaration of Human Rights yang menyatakan, "setiap orang berhak atas kebebasan mengutarakan opini dan pendapat; hak tersebut mencakup kebebasan mempertahankan opini tanpa campur tangan dan mencari, menerima dan berbagi informasi dan ide melalui media apapun dan tanpa mengenal batas-batas negara." Para brodkaster internasional menekankan bahwa bukti demokratisnya negara-negara bisa diukur dari sejauh mana mereka memberi ijin kebebasan informasi, dan bahwa hal itu, sebaliknya, adalah penting bagi dilakukannya sebuah dialog budaya dan kebebasan pertukaran ide.

Selama tahun-tahun lalu, pembatasan bagi media, dan khususnya pada para brodkaster internasional, telah semakin meningkat selama kampanye pemilu. Banyak cara-cara termasuk campur tangan dengan sengaja pada transmisi, memblok dan penolakan layanan Internet, dan penyerangan dan penahanan para jurnalis, tercatat di Afghanistan, Burma, dan Iran.

Belum lagi, banyak orang-orang yang berani di masyarakat di seluruh dunia sedang memperjuangkan hak-hak mereka dan agar didengar. Erik Bettermann, yang sekarang mengetuai kelompok brodkaster internasional, menggaris-bawahi fakta tersebut dengan mengatakan: "Kami terkesan oleh kecerdikan dan semangat yang telah diperlihatkan oleh para pendengar di seluruh dunia dalam memanfaatkan media digital baru guna kepentingan komunikasi lintas batas. Kesaksian mereka di banyak peristiwa (yang banyak di antaranya pemerintah mereka sendiri lebih suka untuk tidak dilaporkan), seringkali disertai dengan bahan audio dan visual, merupakan satu awal era baru di bidang komunikasi, satu di antaranya kami, sebagai brodkaster international, juga terbantu dalam melengkapi laporan kami sendiri dengan catatan otentik yang diberikan oleh penduduk di wilayah-wilayah konflik di dunia yang sangat diinginkan beritanya."

Beberapa negara telah memperluas aturan-aturan pembatasan menyangkut siaran pada Internet dan media yang baru berkembang, selanjutnya membatasi akses memperoleh informasi. Negara-negara otoritarian yang secara teknis tidak memiliki sarana untuk mem-blok atau mengakhiri semakin meluasnya media baru kembali pada cara-cara represi dan intimidasi yang tradisional – pengadilan yang banyak makan biaya, penahanan berkepanjangan, penyitaan kekayaan – guna membatasi aliran berita, baik lokal maupun internasional.

Menjelang pertemuan Berlin, Reporters Without Borders (RSF) menerbitkan satu siaran pers yang menyatakan memberi perhatian pada laporan-laporan "bahwa Internet Service Provider di propinsi China bagian selatan Guangdong telah membuat satu filtering software baru disebut Landun (artinya Lapisan Biru atau Dam Biru) yang lebih kuat dari pendahulunya yang bermasalah, Dam Hijau." Akibatnya, menurut RSF, "akses ke situs berita independen jadi semakin sulit dan penuh risiko."

Saat ini, jurnalisme masih tetap dianggap sebagai salah satu mata pencaharian yang paling penuh risiko di dunia. "Selama tahun lalu, ratusan jurnalis di seluruh dunia – termasuk beberapa dari organisasi kami – telah diserang, ditahan, dikucilkan, diculik atau dibunuh," kelompok tersebut menegaskan. "Hal ini semakin memperkuat usaha-usaha kami untuk secara bersama menciptakan sebuah masyarakat sipil global, di mana aliran informasi bebas dan dialog budaya tidak mungkin dihindari", Erik Bettermann menyimpulkan.

Itu, dan semua berita terbaru, dapat ditemukan di http://blogs.rnw.nl/medianetwork/
Situs RSS:

Lengkap: http://blogs.rnw.nl/medianetwork/feed

Untuk konsumen: http://blogs.rnw.nl/medianetwork/category/for-consumers/feed

Untuk professional media: http://blogs.rnw.nl/medianetwork/category/for-media-professionals/feed

Newsletter berikutnya pada Kamis 8 Oktober 2009. Good listening!

Andy Sennitt
Media Network
Radio Netherlands

——————————–
sumber : swl 1.034 – Monday, October 05, 2009 oleh Tony Ashar (TA)

Monitoring Suara Jerman di 7380 dan 5955 by pakTon

Hasil pemantauankedua frekwensi 7380 dan 5955 siaran pagi WIB Suara Jerman tanggal 27 September 2009 sampai jam 2230 UT tidak terdengar apa-apa. Besoknya, tanggal 28 September 2009: 7380 bahkan sampai 2240 UT tetap tidak terdengar apapun, sementara 5955 sampai 2230 UT membaik dari SIO 242 ke 443. Rata-rata siaran di segmen waktu tersebut memang jelek sekali. Sebaliknya siaran malam WIB di kedua frekwensi 15105 dan 11770 rata-rata kuat dan bagus. Bagaimana di tempat Anda? Dalam melaporkan hasil penerimaan kepada stasiun radio, biasakan untuk selalu menyertakan data frekwensi [kHz, MHz atau meter band], dan waktu siaran [UT atau waktu setempat] agar menjadi perhatian Bagian Teknik mereka. Sampai tulisan ini dibuat, belum saya peroleh jadwal B09 DW, karena itu menarik bila memperhatikan jadwal operasi RNW berikut, khususnya menyangkut frekwensi 7380. TA

————————

Sumber : swl 1.033 – Thursday, October 01, 2009 oleh Tony Ashar